Posted in just write

Kapan??

Tulisan kali ini mungkin semacam jawaban. Hasil menerima pertanyaan yg sama berkali-kali, lalu membuat saya berpikir banyak walau saya sadar ini tak terlalu penting untuk diseriusi sebenarnya. Harusnya anggap saja ini angin lalu, tapi mungkin saya terlalu bosan untuk ditanya lalu membawa saya masuk dalam titik sensitif. Apalagi dengan pertanyaan yg bukan hak saya untuk menjawab. Pertanyaan yg menyangkut hidup, apalagi takdir memang semudah itu dijawab oleh saya yg notabene hanya manusia?

Pertanyaan-pertanyaan ini mulai muncul ketika kita sudah dianggap dewasa. Jadi banggalah ketika kalian ditanya pertanyaan-pertanyaan ini, karena kalian dianggap sudah mampu mengatur hidup kalian..

“Kapan lulus?”
Prolog rangkaian pertanyaan ini diawali dengan pertanyaan “Kapan lulus?” .Tapi kemungkinan terjawab masih bisa besar. Karena jawabannya adalah tergantung sekeras apa usaha kita. Bukankah hidup selalu punya target sebagai check point kita? Ada campur tangan Tuhan pasti, tapi kita yg menginginkan memilih mau lulus atau tidak?

“Kapan kerja?”
Yang satu ini, jujur ini tak cuma bergantung sekeras apa usaha kita. Tapi ada faktor keberuntungan dan manfaat benang pertemanan atau persaudaraan yg terselubung. Mari kita sebut nepotisme, ya.. mungkin tak se-nepotisme itu. Tapi terbukti membantu untuk tau jawaban pertanyaan yg satu ini. Walaupun memang lagi-lagi ada campur tangan Tuhan karena ini urusan rejeki dan tergantung pada diri sendiri, apakah mau mencoba bekerja atau (mari kita sebut) menikmati hidup (yg sejatinya adalah alibi untuk mengganti kata bermalas-malasan)?

“Kapan nikah?”
Nah, mulai pertanyaan ini saya mulai mempertanyakan banyak hal. Masihkah kalian ingat 3 urusan yg tak bisa diganggu gugat? Rejeki, jodoh, dan mati. “Kapan nikah?” itu sudah menyangkut urusan jodoh. Kalau Tuhan tak mempertemukan kita dengan belahan hati menuju mati kita, bagaimana kita bisa menjawab? Kalau Tuhan belum memberi setitik rasa yakin di hati, bagaimana kita bisa menjawab?
Nikah itu bukan main-main. Ini salah satu titik ketika kita naik satu step lebih tinggi dalam mempertanggung jawabkan hidup.
Jadi mulai dipertanyaan ini saya mempertanyakan, bukankah klise jika bertanya hal ini? Karena kita manusia, bukan Tuhan yg tahu kapan kita bertemu jodoh kita.

“Kapan punya anak?”
Dan sampai titik inilah hidup saya saat ini. Diberondong pertanyaan ini atau ya paling tidak serupa “Kapan hamil?”
Kalau pertanyaan “Sudah punya anak belum?” atau “Sudah isi belum?” mungkin saya masih bisa menjawab dengan mudah. Tapi kalau pertanyaannya “Kapan?” saya bingung kenapa orang-orang ini menganggap saya seakan Tuhan?
Saya pernah menulis “Hamil/punya anak itu seperti ambil undian berhadiah dan mendapat kertas bertuliskan ‘Selamat Anda Memenangkan blabla..’ Kita tak bisa memilih. Cuma Tuhan yg tahu kapan kita mendapat kertas bertuliskan hadiah, bukan kertas yg bertuliskan Maaf Anda Belum Beruntung, Silahkan Coba Kembali”

Kita atau yg punya event berhadiah ini tak tau kertas mana yg berhadiah diantara tumpukan yg kemudian diambil secara acak.Bagaimana bisa membaca diantara tumpukan kertas yg tertutup? Ya, cuma Tuhan yg tahu kertas mana yg berhadiah dan kapan saat yg tepat kita mendapat hadiah.
Hamil/punya anak itu seperti itu. Kita tak tau kapan kita pantas mendapat rejeki yg satu ini. Karena lagi-lagi semua keputusan ini ada ditangan Tuhan. Bukankah anak adalah rejeki? Salah satu dari 3 hal yg sudah diatur oleh Tuhan?

Jadi sekarang saya sedang ada di titik lelah bertemu pertanyaan ini. Toh tak usah ditanyapun saya pasti akan koar-koar ketika saya dipercaya untuk diberikan rejeki terbesar ini : Anak.

Pertanyaan mungkin hanya pertanyaan. Tapi bertemu pertanyaan yg ketika kau tak bisa menjawab (bukan karena tak mau tapi karena memang tak bisa), itu akan membuatmu lelah lalu berpikir hingga mungkin membuatmu masuk dalam titik sensitif.

Mungkin suatu saat saya akan sampai di titik berikutnya : tak peduli.

Author:

dreamer. strange. different.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s