Posted in just write, sketch

New interesting activity : Manual Trace

Beberapa minggu terakhir saya tertarik untuk belajar menggambar vektor dengan manual trace alih-alih mengisi waktu menunggu kamera pengganti recesky datang. Daripada otak kanan tak terasah hehhe. Setelah browsing tentang tips dan melihat beberapa referensi, saya mencoba manual trace. Dari beberapa referensi, hasil vektor dengan pen tablet dan photoshop memang lebih wow !. Tapi berhubung saya tak ada pen tablet, saya mencoba manual trace dengan mouse dan corel lalu mulai membuat path mengikuti foto.

Trace pertama, saya mencoba membuat bagaimana vektor yg saya buat bisa terlihat semacam foto aslinya. Paling tidak wajah objek yang saya gambar bisa dikenali. Path yang saya buat masih asal, terlalu banyak nodes dan patahan. Saya juga memilih menggunakan warna monochrome sebelum belajar memilih warna lebih lanjut.

Kemudian saya mencoba menggambar lagi. Saya menyederhanakan path, mengurangi nodes dan mencoba menggunakan warna. Tapi hasil yang saya dapatkan justru terlihat terlalu sederhana, warna yang saya pilih juga masih terbatas dan justru membuat gambar masih terlihat flat.

Kali ketiga saya belajar, saya mencoba menggambar dari foto yang lebih kompleks. Saya belajar membuat path lebih detail dan juga belajar menggunakan warna yang saya ambil dari foto. Setelah gambar selesai, saya mencoba meminta kritik dan saran. Ternyata masih terlalu banyak nodes yang membuat path saya kurang smooth. Pemilihan warna juga masih kurang ‘berani’ sehingga depth objek belum terlihat. Hasilnya, lagi – lagi gambar saya terlihat flat dan tidak ‘hidup’. Bagian mata yang saya buat juga masih kurang tereksplore.

Penasaran, saya kembali mencari objek foto untuk ditrace dan belajar dari kritik sebelumnya. Saya mencoba mengeksplore bagian mata, mengikuti foto lebih detail dan mencoba memilih warna dari foto. Setelah gambar selesai, saya kembali meminta kritik dan saran. Ternyata lagi-lagi saya bermasalah di nodes sehingga path saya kurang smooth. Warna untuk bagian kulit yang berwarna lebih gelap  malah terlalu gelap sehingga terlihat aneh. Bagian rambut dan alis juga tak tereksplore dan terlihat makin flat. Saran dari kritikus adalah kurangi nodes, dan jangan gunakan fill yang berwarna gradasi.

Trace kelima, saya mencoba fokus untuk membuat path yang benar sebelum kembali bermain warna. Setelah saya kembali membaca tips dan trik membuat path, kuncinya adalah “maximize your nodes for smoother path”. Saya mengurangi nodes seminimum mungkin. Saya juga belajar mengeksplore bagian mata lebih detail. Dan hasilnya, memang penggunaan nodes yang lebih efisien bisa menghasilkan path yang lebih smooth.

 Sedikit lebih paham membuat path yang lebih smooth , saya penasaran belajar memilih warna. Kali ini saya lebih detail dan berhati – hati membuat path, yah.. belajar dari kritik dan saran sebelumnya tentang smoother path.

 

Setelah selesai membuat path, saya mulai memilih warna lebih teliti. Beberapa kali gambar harus saya zoom in sekian kali hingga menjadi kotak-kotak piksel. Saya juga mencampur beberapa warna agar saya mendapat warna yang tepat. Bagaimana agar depth masih bisa terasa tetapi warna yang digunakan tidak terlalu gelap atau terang.

 

Setelah gambar selesai, akhirnya saya lebih merasakan bagaimana memilih warna yang lebih enak dilihat untuk membuat depth dan warna skin yang netral.

Yah.. dulu tiap saya melihat vektor saya membayangkan betapa ribetnya manual trace, membuat path satu persatu dengan hanya menggunakan mouse lalu memilih warna yang tentunya tidak mudah. Berulang kali saya berkata pada diri sendiri, “ah sulit.. ga telaten kayanya. males deh mau nyobain”. Tapi rasa penasaran saya lebih besar daripada rasa pesimis saya, dan jadilah saya belajar membuat gambar vektor ahahaha. Dan ternyata ini malah jadi kegiatan baru yang menyenangkan untuk dipelajari😀

Author:

dreamer. strange. different.

7 thoughts on “New interesting activity : Manual Trace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s