Posted in sketch

Back To Sketch Again

Sebuah masalah bagi saya jika terlalu asik menjalani 1 hobi saya, saya akan sedikit mengesampingkan hobi yg lain bahkan kadang kehilangan sedikit sensenya. Hehehe. Beberapa bulan terakhir saya terlalu asik memotret dan memotret,. Beberapa roll saya lahap di Surabaya dan Jakarta. Kegiatan menulis dan menggambar pun sedikit teracuhkan. Tetapi seminggu yg lalu, salah satu toycam saya kehilangan lensanya. Dan jadilah mood memotret saya hilang seketika. Pusing tak bisa memotret dengan kamera kesayangan lagi, sambil menunggu pengganti yg baru, saya kembali melirik hobi saya yg lain.

Buku sketsa yg lama tak tersentuh saya buka kembali. Beberapa sketsa yg sudah dibuat berapa bulan yg lalu saya scan. Dan saya membuat beberapa sketsa baru lagi. Dan yah.. ini cukup mengobati mood saya yg tak ingin memotret sementara waktu karena kehilangan lensa. Saya terlarut dengan hobi saya yg satu ini lagi. Untungnya sense menggambar sketsa saya kembali lagi.๐Ÿ˜€

June’s sketches

2 sketsa ini saya buat bulan Juni. Sketsa berjudul Market ini sebenarnya unfinished sketch. Saat saya ingin melanjutkan kembali, saya kehilangan mood. Jadilah sketsa ini tak terselesaikan dan sekian saja ahahaha๐Ÿ˜€

Satu sketsa lagi dari bulan Juni, saya mencoba mempelajari lagi anatomi tangan. Selain menggambar hewan, saya mengalami kesulitan untuk menggambar anatomi tangan. Cukup sulit bagi saya untuk memahami anatomi tangan, terlebih tangan yg sedang bergerak.๐Ÿ˜€

September’s sketch

Lama tak menggambar, September saya mencoba membuat satu sketsa. Permintaan sebenarnya. Tapi karena terburu – buru, saya tak merasa maksimal dengan hasilnya.

November’s sketch

Bulan ini, setelah saya kehilangan lensa saya, saya mencoba menggambar lagi. Bukan permintaan kali ini, tapi saya ingin memberi sesuatu pada objek yg saya gambar ini hehhe. Yah memang berbeda hasil gambar yg terburu – buru dan tidak. Hehe

Author:

dreamer. strange. different.

7 thoughts on “Back To Sketch Again

  1. Tahukah dik bahwa
    Bunga Matahari van Gogh spt coretan yg sekenanya – sketsa da Vinci ibarat coretan ponakan saya yg belajar menggambar – bahwa potret diri Basuki Abdulah seperti karya orang stress. Nyatanya yg membedakan dg kita hanyalah mereka yakin dan nekat. Keragu-raguan selalu ada tapi tdk ditampilkan ke khalayak. Terus berkaryalah dan yakinlah. Bahkan coretan le Corbusier yg tdk selesai di selembar kertas tissue sdh menginspirasi Andi Siswanto menjadi sebuah gedung Unico Utama. Salam & saluut๐Ÿ™‚

  2. mantep pak lulus !!
    jadi makin doyan nyeket kalo gini pak,
    berkarya bisa lewat media apa saja, dan ini salah satu hobi saya yg mendukung keinginan saya untuk berkarya
    makasih pak๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s