Posted in just a story

PERANG.. !!

Jari telunjuknya tangan kanannya bersiap di pelatuk, digenggamnya erat senapan laras panjangnya. Matanya mengamati dengan teliti sasaran tembaknya. Nafasnya memburu, bulir – bulir keringat tampak menetes di pelipisnya.

Di sebelahnya, temannya juga bersiap. Dia terlihat lebih mantap, “Oke Do, sasaran akan segera lewat di depan kita. Siap kan ?”.

Aldo yang sudah cukup tenang menjawab mantap, “Siap Ri ! Hari ini harus sukses seperti kemarin.”

Kemarin mereka sukses meledakkan pesawat yang menjadi sasaran mereka. Aku menyimak cerita itu dari Aldo.

“Tembakan kami beruntun, tak berhenti sekejap pun hingga senapan kami kehabisan peluru. Bola api beterbangan di mana – mana, ke arah manapun, suara ledakan bertalu – talu seperti  suara bedug adzan. Tak berhenti hingga kami menghentikan tembakan kami.”, Aldo menjelaskan dengan mata berapi – api dan sesekali menghentakkan kakinya untuk memberi efek suara lain dan menunjukkan arah kesana kemari.

Aku menyimak, membayangkan seperti apa keadaan yang mereka gambarkan. “Terus Do, si Ari gimana?”

“Ari juga menembak, tak kalah sengit dia. Pintar sekali dia menembak ! Dia menembakkan ke udara, mengenai ekor pesawat itu. BUUMM ! Kami mendengar ledakan keras dan percikan api, seperti kembang api tahun baru. Tapi ini siang hari, bukan dini hari !”, Aldo lebih bersemangat bercerita, menggambarkan keadaan dia dan Ari yang sedang memburu pesawat sasaran mereka kemarin.

“Tapi tiba – tiba Ari berkata padaku, katanya aku tak boleh berisik. Aku diam di tempat. Ari tampak pucat dan berkeringat. Aku bertanya padanya mengapa. Tapi dia terduduk lemas di sampingku. Terengah – engah sambil sesekali mengintip ke arah rumah di belakang kami.”

“Memang ada apa Do ?”, aku penasaran.

“Kata Ari ada polisi datang, dia melihat wanita tertembak. Dan Ari yang tak sengaja menembak wanita itu !! Ssst.. jangan pernah katakan ini pada siapa pun ! Berjanjilah padaku !”

Aku menelan ludah, tampaknya aku salah mendengar cerita, “Iya Do, aku diam aja. Gak akan aku bilangin siapa – siapa”, aku menjawab permintaan Aldo dengan terpaksa. “Terus pesawatnya ??”

“Pesawatnya menukik, meninggalkan jejak asap hitam mengepul di awan putih. Mengotori langit. Moncong pesawat itu menabrak tanah, badan pesawatnya terseret cukup jauh. Ekor pesawatnya berasap, api berkobar – kobar.”, Aldo menjelaskan dengan menggerakkan tangannya seakan itu pesawat, jatuh ke tanah.

“Dan kami menang ! Hahahaha. Kami berlari menjauhi pesawat itu dan polisi yang kebingungan di belakang kami. Tampaknya polisi itu adalah suami si wanita yang Ari tembak.”, Aldo menyelesaikan cerita penyerangannya kemarin.

Hari ini sasaran mereka adalah bus. Bus berwarna merah yang tampaknya penuh penumpang. Bus yang tampak tak bersalah itu mulai berjalan perlahan. Tak merasa bahwa ada yang mengintainya. Kecepatannya semakin meningkat, hampir sampai di persimpangan tempat Aldo dan Ari mengamati bus ini sejak beberapa menit yang lalu.

Sementara itu Aldo dan Ari bersiap di tempat persembunyian mereka, mengamati gerak bus sasaran mereka. Senapan sudah digenggam mantap, jari sudah bersedia di pelatuk, tinggal menunggu saat yang tepat.

Beberapa detik kemudian Ari berteriak memberi aba – aba, “TEMBAAKKK.. !!!”

Tiba – tiba di belakang mereka berdiri seorang wanita paruh baya, wajahnya kusut masam, menatap marah pada me

reka dan berteriak seru, tak kalah seru dengan aba- aba Aldo dan Ari, “Aldo, Ari ! Kalian mau merusak mainan siapa lagi hari ini.. ! Sudah berhenti mainannya ! Nanti Ibu bilang ke Bapak biar menyembunyikan peluru plastik kalian. Bikin nangis anak orang aja, ayo mandi ! Kalian kemarin sore tak mandi kan ?!”

Aku tertawa melihat Aldo dan Ari kecewa. Penyerangan bus mereka kali ini gagal. Peluru mereka pun disita Ibunya. Dan sialnya mereka harus mandi sore ini. Yah, mereka berdua tak suka mandi. Seperti kebanyakan anak berusia 5 tahun seusianya. Tapi mata mereka berapi – api. Bertekat mencari tau dimana peluru mereka akan disembunyikan bapaknya dan sekaligus berpikir di mana mereka harus bersembunyi untuk penyerbuan truk milik Tino besok…

7 Mei 2011, setelah menjaga Aldo dan mengobrol bersama, anak Ibu kamar kost sebelah.

Imajinasi anak kecil itu sangat liar, dan menyenangkan..

Author:

dreamer. strange. different.

One thought on “PERANG.. !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s