Posted in just a story

Mencintai Imajinasi

“Bagaimana harimu ?”
Pertanyaan retoris lain di pagi ini. Atau aku memang tak begitu berarti seperti dongeng – dongeng mustahil di tengah modernisasi ? Lebih baik kamu diam saja. Acuhkan saja pernyataan rinduku atau sekalian saja katakan kalau kita ini palsu.

Dingin, semu, seakan jemu melihat satu warna dalam dunia. Padahal baru 7 hari sejak kamu menawarkan diri menjadi kekasihku. Harusnya kita sedang saling menjadi candu, merindu malu – malu, selalu ingin bertemu, enggan dipisah jauh – jauh apalagi tak terhubung satu katapun. Tapi begitulah kenyataannya. Tak ada panggilan sayang setiap menit. Tak ada rindu membuncah yang membuat kembali ingin menatap senyuman atau melawan hasrat saat mata saling menatap. Semua dingin.. benar – benar dingin..

Sebulan lalu semua syahdu. Kamu dan aku, detak jantung kita bertalu tiap kita bertemu. Dari “Selamat pagi sayang, adakah aku dalam mimpimu semalam ?” hingga “Selamat malam sayang, terlelaplah dalam gelap. Aku disampingmu, menjagamu dari setan atau malaikat yang ingin mengganggu mimpimu tentang aku dan kamu”.
Tak bosan aku membayangkan nyamannya bahu bidangmu saat aku ingin bersandar. Tak bosan aku menginginkanmu, mengharap kata kita dalam cinta adalah nyata.

Hingga kamu mengatakan padaku suatu malam, “Maukah bersamaku mencipta kata kita ? Kita yang bahagia dalam cinta.. seperti inginmu ?”. Tak ragu aku mengangguk setuju. Aku bahagia tau bahwa hati kita memang beresonansi satu sama lain. Empati itu mungkin sudah menjadi simpati dan kita bertemu sang cinta mati.

Tapi kini semua mati, hatiku mati, cinta itu benar – benar berarti mati. Aku tak merindu, aku tak mencandu kamu, aku tak menangisi kamu, aku seakan tak mengenalmu dan lupa bahwa pernah ada kata aku sayang kamu. Tapi aku juga tak takut kehilangan kamu. Aku tak peduli, tak juga membencimu. Semua hilang begitu saja., sirna. Seperti selembar daun layu di musim kering yang terbakar api, menjadi abu lalu tertiup angin, berhamburan ke 8 arah mata angin. Habis.

Jika kupikir lagi, aku juga tak tau kenapa aku mau menjadi kekasihmu. Kamu itu tak lucu, kadang aku tak tau kamu mendongeng apa. Merapal doapun tampaknya jarang. Malah sering kamu minum ciu bersama teman – temanmu hingga pagi, lalu kamu berkata tak peduli lagi dengan dosa. Apa baiknya kamu selain otakmu yang cukup membawamu lebih maju ? Ahh tapi otakmu hanya mampu berkutat dengan deretan rumus dan angka rumit seperti ilmuwan – ilmuwan jaman dulu yang sudah mati. Logika hidupmu mana ? Berpikir bagaimana hidup dan masa depan seharusnyapun kamu tampaknya tak mau tau. Kadang aku kasihan padamu, kekasihku..

Yah.. tampaknya aku terlalu berharap kamu bisa menjadi seperti kamu yang selama ini ada dalam imajinasiku. Atau aku yang terlalu mencintai kamu yang ada dalam imajinasiku ? Aku tau itu semu, tapi nyatanya begitu.

Aha ! Kenapa aku baru sadar kenapa aku mau menjadi kekasihmu ? Dan kenapa aku tak takut kehilangan kamu ? Kenapa aku tak peduli kamu ?

Pergilah.. kalau kamu mau. Aku mungkin memang seretoris pertanyaan dan sapaanmu di pagi hari. Kamu mungkin hanya harapan imajiku ygn tak benar – benar nyata. Sosokmu ada, tapi hatimu berbeda.

Pergilah.. bukan kamu yang aku mau. Aku hanya mau kamu yang dalam imajinasiku. Yang mengantarku tidur dalam pikiranku dan tak bosan memanggil sayang seperti inginku. Yang tulus memelukku selama aku mau.

Besok aku akan berkata padamu, “Yang kucinta bukan kamu dalam realita yang sebenarnya palsu. Tapi kamu dalam imajinasiku yang terasa nyata buatku. Maaf sudah mengecewakanmu, jika aku memang berarti buatmu. Tapi kamu akan lebih membenci aku suatu saat nanti, jika kamu tau bahwa pikiranku hanya sering berkutat dengan sesuatu yang palsu dalam imajinasiku. Karena kadang nyata itu jahanam buatku.”

Author:

dreamer. strange. different.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s