Posted in just a story

anak lelaki setengah dewasa ( part 2 )

Baru beberapa hari yang lalu dia merayakan ulang tahunnya yang ke-17 bersama teriakan sang bapak dan ibu baru. Hidupnya masih tak jauh beda dengan 5 tahun yang lalu. Dan dia makin bersahabat dengan amarah.
“aku tetap menunggu bahagia Tuhan..”

Sudah banyak hal yang dipelajarinya beberapa tahun terakhir. Sudah banyak cerita orang dewasa yang membuatnya bertanya
“seperti itukah dewasa ?”
Dia membaca dan bertanya. Tapi hanya pengertian harfiah dan bertele – tele yang dia dapat. Bahasa kamus sok tau katanya. Dan jawaban – jawaban itu tak pernah menjawab tanyanya. Dia bingung mau bertanya pada siapa lagi.
“tak adakah yang bisa menjelaskan padaku apa itu dewasa ? Atau paling tidak, mencontohkan padaku. Tapi aku tak mau yang seperti bapak atau ibu baruku. Aku tau itu bukan dewasa pastinya..”
Suatu waktu dia berpikir, bagaimana ibunya di sana. Bahagiakah ? Sedihkah ? Masih adakah emosi di alam sana ?
“Apa ibuku tau apa itu dewasa ?”

 
Bertemulah dia dengan seorang kawan lama mendiang ibunya. Banyak dia bercerita tentang ibunya. Sungguh kebejatan bapaknya seakan menjadi kebiasaan. Sejak dia belum dilahirkan pun bapaknya sudah terlibat hubungan dengan sekian wanita lain. Pernah ia menampar wanita simpanannya saat mabuk berat di pinggir jalan. Melawan polisi, dan dibuilah dia seminggu. Saat itu, si anak lelaki satu – satunya baru berusia 2 bulan. Dan ibunya berdoa,
“berikan kesabaran bagi kami Tuhan”
Bahkan ketika orang-orang terdekat menyuruh untuk bercerai, si ibu tetap tak mau
“aku hanya mau menjadi istri dan ibu yang baik”
Dia menitiskan air mata mendengar kisah almarhum ibunya. Sungguh penyakit yang diderita ibunya selama berbulan – bulan hingga akhirnya merenggut nyawa ibunya hanya sepersekian ujian dari seluruh kisah ibunya.
“aku bersyukur Kau ajak ibuku ke surga lebih cepat Tuhan.. Aku percaya Kau menjanjikan bahagia untuknya di sana. Dunia tak menjanjikan bahagia untuknya. Bodoh aku jika berkata Kau tak adil wahai Sang Maha Adil”

 

Suatu hari ia terkejut, “ibu, kaukah itu ?”
“iya nak, lupakah kau pada ibumu?”, ibunya tersenyum padanya.
“tidak bu, aku tak pernah melupakanmu.Β  Bagaimana kabarmu bu ? aku merindukanmu..”
“aku bahagia nak.. sangat bahagia. Tak ada bahagia di dunia yang bisa menandinginya..”
“bu, aku ingin bertanya, apa itu dewasa ? aku tak menemukan jawabnya di dunia..”, anak lelaki itu bertanya.
“mengapa kau bertanya itu nak ?”
“aku ingin jadi orang dewasa yang baik bu, tak seperti bapak..”
ibunya tersenyum, “tak sadarkah kamu nak, kamu sudah dewasa, melebihi bapakmu. Mampu bersabar memahami dan menghargai orang lain, memandang hidup dengan kerendahan hati, belajar dari kesalah. Dewasa itu proses nak, tak sama dengan tua.. dan itu pilihan. dewasa itu pemikiranmu selama ini nak. Apa yang kau lakukan dan pandangan hidupmu. Kau telah berhasil menjadi orang dewasa yang baik nak..”
“benarkah bu ? syukurlah.. aku ingin menjadi orang dewasa yang baik, menjadi orang baik agar bisa bertemu denganmu di surga nanti”
“bukankah kita sudah bertemudi surga nak ? ini surga nak.. kita di surga..”
anak lelaki itu bingung, “bu, aku tau tak lama lagi aku akan terjaga….”
sang ibu memeluk anak lelakinya, “nak, kau telah di surga, bersama ibu. kau telah meninggalkan bapakmu dengan kesabaran terakhirmu saat bapakmu membunuhmu..”
anak lelaki itu terkejut, “jadi aku sudah….. bapakku yang membunuhku ?”
dia menangis terisak di pelukan ibunya..
“Tuhan, ampuni bapakku.. aku tau dia punya alasan. entah sebagai orang dewasa atau orang setengah dewasa atau tak dewasa. bagaimanapun juga, aku menyayangi bapakku Tuhan. jangan biarkan dia tersesat lebih jauh, agar kami bisa bertemu disurga. Terima kasih Tuhan. Aku tau bahagia itu ada, pasti…”

Author:

dreamer. strange. different.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s