DIY Iphone Case with Lettering

 

Happy New Year!

So,who want iphone case with unlimited lettering design but no need to spend much money? The answer is make your own case!

Last year i did some lettering projects for my clients and it got more interesting. And why don’t i make one for myself? So i thought to make iphone case with my lettering artwork. I bought a transparent case and i did this little project..

 

IMG_1141

All you need is transparent case, plain paper ( you can choose 80gr or 120gr, anything ), scissor, pen, cutter and some brush pen or you can use brush and watercolour.

 

IMG_1143

First, trace your iphone case using pen to your paper and cut it with scissor. You can use cutter to make the hole for the camera. I use unused paper to make the main pattern.

 

IMG_1145

IMG_1146

Trace another pattern from the previous one to your plain paper ( i prefer 120gr paper. or you can use watercolour paper ). Cut it with scissor and fit it to your case. If it fit enough, you can start to make the design..

 

IMG_1147

I use Copic sketch marker to write my name on it. You can use any brushpen or pen or brush or anything you like to make your lettering design.

 

IMG_1148

And this is it! My DIY iphone case with lettering. You can write or draw anything. Unlimited design with minimum cost!

 

 

IMG_1404

 

 

 

 

Curhat Ibu Baru ( part 2 ) : Manajemen ASI dan ASIp

Minggu lalu dunia merayakan World Breastfeeding Week, minggu dimana dunia memperingati dan mendukung usaha para ibu yg berjuang menyusui anaknya. Tahun lalu dibulan yg sama, saya sedang berjuang agar saya menjadi salah satu pejuang ASI seperti ibu-ibu menyusui yg lain. Bayi saya baru berumur 1 bulan, saya sedang senang-senangnya menikmati pengalaman sebagai ibu baru dan alhamdulillah Tuhan memurahkan rejeki saya dengan dilancarkannya ASI buat bayi cantik saya..

Beberapa bulan sebelum saya melahirkan, salah satu teman baik memberi saya buku berjudul #ayahASI. Sebuah  buku yg tidak tebal berisi cerita dan tips tentang perjuangan para ayah yg mendukung istrinya untuk terus menyusui bayinya. Setelah membaca buku itu, saya bersama suami berkomitmen untuk sama-sama menjadi pejuang ASI. Perlu diingat, yg punya anak itu berdua. Maka yg harus berjuang untuk menyusui bukan hanya ibunya, tapi juga ayahnya. Bukan dengan memberi ASI juga ( yakali nyusuin jg ) tapi dengan memberi semangat dan mendukung istrinya untuk terus menyusui. Maka kemudian perjuangan untuk menyusui bayi saya pun saya mulai semenjak saya hamil besar..

Menginjak usia kandungan 8 bulan saya sudah rajin melakukan pijat payudara. Tutorialnya bisa dicari youtube, banyak banget kok. Gampang dan ga membutuhkan waktu yg lama. Sampai sehari sebelum saya melahirkan pun saya masih melakukan pijat ini sendiri. Banyak artikel yg saya baca menceritakan ibu-ibu yg walau belum melahirkan pun kolostrum ASI sudah menetes-netes. Saya tidak pernah mengalaminya. Sempat bertanya-tanya apakah akan mempengaruhi produksi ASI nanti? Tapi saya menepis pikiran negatif dan terus yakin bahwa saya pasti bisa menyusui bayi saya.

Dari buku #ayahASI, saya percaya bahwa proses IMD ini berperan penting dalam masa awal proses menyusui. Masalahnya, tidak semua rumah sakit menganut paham ini. Tidak banyak rumah sakit yg tidak melakukan IMD pada ibu dan bayi yg baru lahir. Padahal ini prolog proses menyusui yg penting! Saya dan suami pun berdiskusi untuk memilih rumah sakit yg pro ASI. Alhamdulillah rumah sakit yg saya pilih sangat pro ASI. Sempat saya berpikir jika rumah sakit yg saya pilih tidak pro ASI, saya akan request pada bidan yg membantu persalinan saya untuk melakukan proses IMD setelah saya melahirkan.

Setelah proses melahirkan yg tanpa rasa sakit ( kemarin udah cerita di part 1 ya hehe ), saya dan bayi saya ‘berkenalan’ melalui proses IMD yg sangat emosional. Senang, terharu, takut, cinta, semua rasa itu bahkan membuat saya tak bisa meneteskan air mata. 30 menit lebih dan bayi sayapun menyusu untuk pertama kalinya. Rasanya? Sekali lagi, karena terlalu emosional saya sampai tak bisa meneteskan air mata. Saya hanya bisa tersenyum.

Jam 6 pagi, sekitar 2 jam setelah saya melahirkan dan IMD dilakukan, bidan mengantar bayi saya yg sudah bersih dan wangi, terbungkus bedong. Matanya terpejam dengan sedikit senyuman di bibirnya. Ah anakku.. Cantik sekali.. Bidan mengintruksikan untuk mencoba menyusui bayi saya. Saya pun mencoba dan alhamdulillah ASI saya keluar dengan lancar. Mungkin begitu banyak hormon oksitosin yg keluar saat proses IMD tadi sehingga proses menyusui saya lalui dengan mudah. Ya, hormon oksitosin adalah hormon yg kita butuhkan agar ASI bisa keluar dengan lancar. Lalu bagaimana caranya agar hormon oksitosin berlimpah? BAHAGIALAH. Hormon oksitosin ini sering disebut hormon cinta. Jadi masih ingat bagaimana rasanya jatuh cinta pada suami dulu? Yaa minimal bahagianya kaya begitu deh biar ASI bisa lancar hehe ( tapi kayanya jatuh cinta sama anak lebih mudah ya hihi ). Jadi saya mensugesti diri sendiri untuk selalu bahagia. Suami jg memberi perhatian lebih karena dia tau saya butuh hormon ini lebih banyak agar ASI saya bisa keluar lebih lancar.

Beberapa hari sepulang dari rumah sakit, payudara saya bengkak. Produksi ASI berlimpah tapi bayi saya belum menyusu banyak. Saya sampai menangis dan susah tidur karena sakitnya. Bahkan mengangkat lenganpun saya tak sanggup karena sakit. Saudara saya menyarankan untuk membeli pompa ASI. Akhirnya saya mulai memompa dengan pompa manual. Tapi karena terlalu sakit, saya berhenti. Semakin saya sedih, semakin susah ASI keluar, semakin bengkak payudara. Dan karena bayi masih sensitif, semakin saya sedih dan khawatir, semakin rewel bayi saya. Semua saling berpengaruh. Akhirnya suami membelikan saya pompa elektrik, toh nanti saat saya bekerja saya akan membutuhkannya di kantor. Saya kembali mengompres dan memijat payudara saya setiap hari. Saat siang hari, saya akan menyusui atau memompa setiap 1-1,5 jam sekali. Saat malam hari walau bayi saya tidur masih kenyang, saya tetap bangun untuk memompa tiap 1,5-2 jam sekali. Dan akhirnya beberapa hari kemudian bengkak saya pun mulai sembuh.

Suami saya juga mengontrol pola makan saya. Saya harus makan teratur dengan menu sehat. Bahkan dia sendiri yg memasakkan sayur untuk saya dan membelikan saya stok cemilan. Saat tengah malam saya lapar pun, suami saya akan bangun untuk sekedar menemani saya makan. Ya, saya beruntung saya punya suami yg seorang ayah ASI super hebat!

Rumusnya adalah produksi ASI itu sesuai kebutuhan atau sesuai berapa banyak ASI itu dikeluarkan. Awal pumping, saya membutuhkan 2 hari untuk mengisi 1 botol ASIp 100ml. Karena bayi saya juga masih sedikit minum. Bahkan minggu pertama bayi hanya meminum 1 sendok makan ASI karena lambungnya hanya seukuran kelereng. Jadi ketika bayi menangis, tidak hanya berarti lapar. Bisa karena kegerahan, kedinginan, popok lembab/penuh, ngantuk, lelah, dan masih banyak alasan lain. Banyak ibu yg berpikir nangis = selalu lapar. Sehingga kemudian berpikir ASInya kurang lalu stress. Stress akan mengurangi produksi ASI dan akhirnya akanmenyerah pada sufor. Padahal menangis adalah cara berkomunikasi bayi satu-satunya sehingga bayi menangis tidak selalu berarti lapar.

Perlahan tapi pasti produksi ASI meningkat. Dari sekali pumping hanya 20-30ml menjadi 50ml sekali pumping hingga akhirnya saya bisa mendapat 100ml dalam sekali pumping di bulan berikutnya. Saat masa cuti, dalam 1 hari saya mendapat 1 botol ASIp 100ml.

Oh ya, saya membuat porsi 90-100ml dalam 1 botol/1 kantong ASIp karena pertimbangan kebutuhan minum bayi. Bayi saya akan mulai meminum ASIp saat saya sudah kembali bekerja dan saat itu dia akan sudah berumur 1,5 bulan. Perut bayi sudah lebih besar dan kurang lebih akan meminum 100-120ml dalam sekali minum. Asi yg sudah dihangatkan akan bertahan kurang lebih 5 jam di suhu ruangan. Dengan membagi 100ml untuk setiap porsi botol/kantong, maka saya akan meminimalisir membuang sisa ASIp. ASIp beku yg disimpan di freezer kulkas 2 pintu akan bertahan lebih dari 6 bulan. Untuk freezer kulkas 1 pintu, ASIp akan bertahan 6 bulan. Sedangkan untuk ASIp cair yg tetap dingin ( tidak di dalam freezer ) akan bertahan 5-6 hari.

Hingga akhirnya saat saya harus kembali k Jakarta, saya berhasil membawa 3,5 liter ASIp untuk disimpan di freezer. Saya membawa ice box besar. Mengisinya dengan ASI beku, ice gel beku dan beberapa plastik es batu agar tetap dingin. 4 jam perjalanan ke Yogyakarta dengan mobil dan 45 menit perjalanan k Jakarta dengan pesawat, ASIp selamat sampai di Jakarta. Tapi kemudian drama kecil muncul. ASIp tertata rapi di freezer dan ternyata keesokan harinya kulkas rusak. Beberapa ASIp mulai mencair dan harus diselamatkan. Suami saya langsung membawa semua ASIp ke rumah teman terdekat dan menyimpan disana sementara. Berapa hari kulkas tak kunjung bisa membekukan dan dengan terpaksa kami harus membeli kulkas baru demi 3,5 liter ASIp yg dikumpulkan 1 bulan lebih T_T

Akhirnya masa kembali bekerja dimulai. Masa menyusui masuk di babak baru. ASI yg keluar saat dipompa tidak sebanyak saat langsung menyusui bayi. Awal mulai pumping di kantor, saya memompa 2-2,5 jam sekali. Sama seperti pola minum bayi saya saat itu yg berumur 1,5 bulan.

Malam hari sebelumnya saya akan mengambil 4-5 kantong ASIp beku dan menyimpannya di kulkas bawah. ASIp akan mencair keesokan paginya dan suami saya akan memindahkan ASIp dari kantong ke botol kaca. Setengah jam atau 15 menit sebelum jam minum bayi, 1 botol ASIp cair dikeluarkan dan dimasukkan dalam gelas berisi air panas/hangat. Setelah cukup hangat, ASIp baru dipindahkan ke dalam botol susu. ASIp tak perlu terlalu panas karena ASIp yg baru diperah pun hanya bersuhu 36-37 derajat. Bahkan sebenarnya ASI dengan suhu ruanganpun tidak terlalu dingin buat bayi.

Saat awal kembali bekerja, sebelum berangkat saya menyusui langsung bayi saya hingga kenyang untuk menghemat stok ASIp.  Selama jam kantor, bayi saya akan menghabiskan 400-500ml. Saat malam hari, 2-2,5 jam sekali saya tetap bangun. Jika bayi saya tidak haus maka saya akan memompa. Pola ini berlanjut hingga bayi saya berusia sekitar hampir 3 bulan.

10806263_10205870439102832_5836201178086037351_n

Menuju usia 4 bulan, kebutuhan minum bayi saya bertambah. Selama jam kantor dia akan menghabiskan 600-700ml. Tapi sekali lagi, ASI itu suplly on demand. Produksi ASI saya jg ikut bertambah. Saya bisa membawa pulang 500-600ml dari kantor. Malam hari saya juga masih bangun untuk menyusui atau memompa agar stok ASIp tetap cukup. Ngantuk di kantor? Jangan ditanya ahahaha

Saya juga mencoba mengkonsumsi suplemen semacam kaplet ekstrak daun katuk, teh dari biji-bijian yg baunya seperti jamu, susu kedelai dan khusus ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Stok cemilan di kantor ga pernah habis. Lapar sedikit makan. Dan bisa menghabiskan 2 liter air putih selama di kantor. Suami juga rajin memasak sayuran untuk saya bawa ke kantor. Tapi dari semua usaha itu, saya harus tetap merasa bahagia. Untungnya kerjaan kantor saya adalah hal yg saya sukai : mendesain. Sehingga saya bisa jauh dari kata stress. Karena stress adalah musuh besar ibu menyusui! Stress adalah faktor terbesar yg bisa mengurangi produksi ASI.

IMG_4980

Memasuki masa MPASI, kebutuhan minum bayi sedikit berkurang. Bayi saya akan menghabiskan 500-600ml selama jam kantor. Tetapi produksi saya tidak berkurang sehingga freezer mulai penuh. Akhirnya saat stok ASIp sudah 7,5 liter dan hampir tidak ada tempat untuk menyimpan ASIp, keinginan saya untuk menjadi donor ASIp saya laksanakan. Seorang teman membutuhkan stok ASIp untuk anaknya, dan senangnya saya bisa membantu 1,5 liter ASIp untuk bayinya. Yeay Ala punya saudara sepersusuan!

IMG_1408

Sekarang, 1 tahun 3 minggu setelah pertama kali saya menyusui, saya masih memompa di kantor. Bayi saya juga sudah lulus ASI S2. Selama jam kantor dia hanya meminum 300-400ml. Produksi ASI saya juga sudah menurun lagi mengikuti kebutuhan bayi. Saya hanya memompa 3-4 jam sekali seperti pola minum bayi saya dan hanya membawa pulang 300ml. Terkadang saat saya datang bulan dan hormon sedang berantakan saya hanya sanggup membawa 200ml. Tp saya tetap berusaha agar saya tetap bisa menyusui hingga bayi saya berumur 2th. Saya juga sudah tidak minum suplemen apapun karena saya rasa tidak terlalu berpengaruh hehe.

Jadi ketika saya sering ditanya gimana biar ASI lancar dan banyak?

Saya akan menjawab BAHAGIALAH. Tentunya diimbangi dengan pola makan yg teratur dan bergizi. Nutrisi ASI  itu dari makanan yg kita konsumsi. Kalau si Ibu tidak makan bergii, walau anak menyusu, nutrisi juga akan tidak maksimal. Jadi setahun lebih ini saya tak pernah telat makan dan selalu makan sayur. Faktor penting berikutnya adalah dukungan orang terdekat yg juga percaya bahwa ASI selalu lebih baik dan tidak putus asa untuk terus mendukung kita. Karena dari setiap tetes ASI yg kita keluarkan adalah ibadah karena Tuhan akan mengganjarnya dgn pahala dan menghapuskan dosa kita.

Jadi para ibu-ibu baru yg menikmati masa menyusui.. Happy World Breastfeeding Week!

Curhat Ibu Baru ( part 1 ) : Gentle Birth ( Melahirkan Tanpa Rasa Sakit )

Harusnya ini ditulis hampir setahun yg lalu sih ya. Sekarang udah bukan baru bener juga hehe. Tapi tetep pengen sharing buat siapa aja calon ibu diluar sana yg sedang tak sabar menunggu bayi mungilnya lahir ke dunia.

Banyak orang bilang melahirkan itu sakit. Bahkan ga sedikit yg trauma dan ga mau hamil lagi lalu melahirkan karena ga mau ngerasain sakitnya kontraksi lagi. Penelitian jg menyebutkan, ukuran sakitnya melahirkan itu jauh diatas kemampuan fisik manusia menahan rasa sakit. Yg katanya disebutkan sama dengan rasa sakit 20 tulang yg patah bersamaan.

Tapi dibalik semua proses itu, seorang bayi lahir akan lahir di dunia. Bayi yg akan membuat kita jatuh cinta lagi ( setelah jatuh cinta sama suami hehe ). Dalam Islam pun melahirkan punya posisi yg istimewa. Setiap urat yg sakit diganjar pahala sebesar pahala naik haji. Sakitnya perempuan yg melahirkan juga diganjar sebesar pahala orang yg berjihad. Dan setelah melahirkan, maka bersihlah dosa-dosanya sebersih bayi yg baru dilahirkan. Sebuah hadiah yg amat besar dibalik sakit yg luar biasa.

Lalu bagaimana dengan melahirkan tanpa rasa sakit? Emang bisa?

11 bulan yg lalu, saat puasa juga, saya telah melalui proses melahirkan ini. Sebuah proses yg sangat ajaib yg sampai sekarang saya masih selalu takjub dengan proses berkembang biaknya manusia ini. Sebelum hamil, saya mendapat buku yg memang turun-temurun ‘diwariskan’ dari satu teman yg lain. Kebetulan beberapa dari kami hamil dan melahirkan bergantian. Saat tiba saatnya saya menerima buku itu, saya sangat memanfaatkan sekali. Karena emang ga ada Ibu yg bisa saya tanya gimana sebelum – saat – pasca melahirkan. Sebagian informasi saya dapat dari sharing teman, saudara, buku maupun internet. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti proses melahirkan bernama ‘Gentle Birth’. ( Bukunya yg ada tulisan Gentle Birth, saya lupa nama pengarangnya ahaha )

10370985_10204208363511981_8069199903680732566_n

Gentle birth ini intinya ibu hamil harus selalu tenang. Menikmati setiap proses kehamilan dengan senang dan tenang hingga proses melahirkan tiba. Baik dari mengatur pernafasan, menenangkan pikiran ( bisa didapat dengan rutin latihan yoga hamil nih ), lampu remang-remang, kamar yg tenang, posisi tidur yg nyaman maupun suami yg selalu memberi semangat dan menenangkan.

Waktu itu saya sudah 2 hari lewat dari HPL. Udah was-was juga. Padahal posisi bayi sudah di jalan lahir dari bulan ke 7, tapi kontraksi tak juga datang. Kebetulan selama hamil saya masih bekerja, naik turun tangga lantai 1 – 4. Ini membantu saya berolahraga dan berlatih mengatur nafas. Banyak yg bilang naik turun tangga saat hamil bahaya. Iya bahaya kalo yg emang divonis dokter ada kelainan seperti placenta previa dll. Tapi alhamdulillah kondisi saya dan janin sehat, jadi tak masalah naik turun tangga asal ga 10x juga dalam sehari dan ga cepet kaya atlet juga sih hehe. Naik turun tangga ini juga melatih otot paha saya dan cukup membantu mengurangi bengkak di kaki karena banyak gerak ini membantu melancarkan peredaran darah saya.

Processed with Rookie

34 weeks

Oke kembali ke 17 Juli tahun lalu. Pagi itu selepas sahur, saya ke kamar mandi dan saya terkejut karena ada sedikit flek di celana dalam. Mertua bilang kalo udah flek berarti udah ada pembukaan. Sempet mules tp ga teratur. Periksa ke bidan atau rumah sakit saat itu jg ya pasti bakal disuruh pulang karena kontraksi belum teratur. Jadilah saya sabar menunggu, hingga jam 11 siang saya memutuskan ke bidan ( ibunya temen juga, makanya santai ngobrolnya ). Kontraksi udah 1 jam sekali tapi si bayi ini ngeledek, giliran ditunggu kontraksi di tempat bu bidan biar bisa dicek pembukaan berapa, eh malah ga mules sama sekali ahaha. Akhirnya bu bidan cuma suruh pulang, banyak jalan aja, kalo mules posisikan berdiri biar membantu bayi lebih turun ke jalan lahir. Paling baru mau lahiran besok harinya. Kalau sudah 5 menit sekali aja ke rumah sakitnya. Kebetulan saya melahirkan di Ponorogo, jarak dari rumah ke rumah sakit cuma 5-10 menit aja.

Akhirnya saya pulang. Menikmati sepanjang siang dengan tidur. Sorenya, kontraksi sudah 20  menit sekali. Tapi saya masih merasa bisa tertahan. Tak beda jauh dari melilitnya perut saat datang bulan. Bahkan saya masih menyempatkan diri berjalan – jalan sore ditemani suami. Sambil sekali menepuk perut “ayo dek maennya diluar ih. ga pengen lihat ayah?”. Saya tetap sebisa mungkin tetap tenang.

Selepas maghrib, kontraksi sudah 15 menit sekali. Saya menghabiskan waktu menemani suami buka puasa sambil duduk di bola yoga, senam ringan yg menurut buku gentle birth emang mempercepat pembukaan dan turunnya bayi ke jalan lahir. Posisinya kita duduk di bola sambil membuat gerakan memutar searah jarum jam dan sebaliknya. Lalu membuat gerakan ke kanan dan kiri lalu ke depan dan ke belakang. Sambil duduk ya. Lebih pas lagi kalo posisi duduknya paha dibuka agak lebar kaya bapak-bapak kalo lagi duduk main catur tuh hehe

Selepas jam tarawih, masih 15 menit sekali. Saya masih sangat santai. Bahkan sempet ngobrol dengan tetangga yg dateng ke rumah “mulesnya udah berapa menit fin?” saya jawab 15 menit sekali. Mereka heran kok saya masih bisa ngobrol ketawa. Saya bilang “ya masih belum sakit banget bu. Masih biasa aja kaya mules datang bulan”. Bahkan jam 9 malam saya masih sempat menjahit, membuat sepasang sepatu bayi buat temen yg baru melahirkan sambil masih duduk di atas bola. Dan saya masih ga tau saya udah pembukaan berapa. Patokannya ya cuma ‘kalo udah 5 menit sekali baru ke rumah sakit’. Temen-temem yg menemani via chat jg bilang “belum kali tuh, klo udah mau lahir tuh mulesnya udah ampun deh”

Selepas jam 9, kontraksi sudah semakin terasa. Saya berbaring menghadap ke kiri. Di kamar yg redup dan tenang. Sambil ngobrol dengan suami. Ini menciptakan suasana tenang agar ibu hamil tetap tenang. Karena semakin tenang, semakin cepat pembukaan dan semakin mengurangi rasa sakit. Itu poinnya. Setiap kontraksi datang, suami akan memijat lembut punggung saya sambil memberi semangat “tarik nafas bun.. tenang ya.. bentar lagi main sama adek bayi loh”..

3 hal yang sangat membantu mengurangi sakitnya kontraksi saat itu :

1. Tetap tenang dalam suasana dan tempat yg santai. Dan ditemani suami yg tentunya membantu tetap santai.

2. Posisi berbaring kekiri sambil mengangkat lutut kanan agak keatas ( kaya lg meluk guling gitu ).

3. Tarik nafas – buang nafas panjang untuk mengontrol rasa sakit kontraksi. Sekali kontraksi datang 1-2 menit, saya tarik nafas – buang nafas panjang 5 – 6 kali. Sambil dipijit lembut di bagian punggung bawah. Ini sangat membantu mengontrol rasa sakit!

Oh ya, dari interval 20 menit sekali saya membuat catatan. Saya tempel kertas di kaca sebelah tempat tidur. Tiap kontraksi datang, suami akan mencatat jam dan menit untuk memantau interval kontraksi. Saya juga mencatat kontraksi yg terasa sangat sakit dan kapan saya ke kamar mandi. Saya juga mencatat kontraksi sambil saya duduk diatas bola.

IMG_3002

Jam 1 malam, kontraksi sudah 5 menit sekali dan saya memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit. Tengah malam di kota kecil, cuma butuh waktu 3 menit untuk sampai ke rumah sakit. Sampai rumah sakit, saya ( masih ) berjalan dibopong suami dan bapak menuju ke ruang bersalin. Saya masih ngobrol sama bidan “ruang bersalinnya yg mana mbak? saya langsung kesana aja ga usah kursi roda mbak”

Sampai di ruang bersalin saya naik ke ranjang dan bidan memeriksa. Ternyata sudah pembukaan 8! “Mba kok tahan udah nyampe sini bukaan 8?” saya bilang, “saya ga tau mbak saya pembukaan berapa hehe”

Ya, saking tenangnya mungkin rasa sakit yg harusnya sudah sampai level 10 masih saya rasakan di level 5. Bidan menginstruksikan untuk tetap menahan rasa ingin mengejan sambil menunggu hingga pembukaan 10. Saya tetap mengatur nafas panjang dan berbaring menghadap kiri sambil mengangkat lutut ke kanan ke arah dada. Oh ya, saya cuma ditemani suami di ruang bersalin. Karena cuma suami yg bisa bikin tenang hehe

Sekitar 1 jam kemudian ketuban saya pecah. Dan ga lama kemudian, bidan menginstruksikan untuk mulai mengejan saat kontraksi datang. Berhubung saya ga ngerti, saya salah saat mengejan pertama kali ahaha akibatnya tenggorokan saya sakit. “kaya mengejan kalo pup keras itu bu.. coba lg ya..”. Bidan jg membebaskan  saya saat saya ingin mencoba melahirkan dengan posisi berbaring menghadap ke kiri. Tetapi setelah 3-4 kali mengejan saya kesulitan, akhirnya saya memutuskan untuk telentang. Saya yg memegang lutut saya sendiri. Bidan tetap memberi semangat tanpa memburu-buru. Karena bidan tau saya harus tetap tenang. 2 kali mengejan, kepala bayi mulai terlihat. Tapi lalu saya merasakan kantuk yg luar biasa dan saya ingin tidur. Rasanya sangat lemas. Dan saya baru ingat bahwa saya terkahir makan saat waktu buka puasa. Saya juga tidak tidur sejak sore sebelum jalan-jalan. Saya kehabisan tenaga..

“Ayo bun semangat, kalo kamu ga dorong siapa yg mau dorong adek bayi keluar?”

Bener juga, suami atau bidan ga bisa bantu dorong. Akhirnya bidan menawarkan untuk diinfus glukosa. Saya takut jarum dan ga pernah diinfus ahaha ( disuntik aja takut ). Tapi terpaksa saya mengiyakan sambil ditertawakan mba bidan. Saya juga merasa sangat lapar saat itu. Akhirnya saya bertanya, “mba pas sela kontraksi saya boleh makan minum ga? saya bawa coklat sama minum sih”. Mba bidan cuma tertawa, “ya boleh banget mba.. kalo laper makan aja..”
akhirnya sela kontraksi berikutnya saya makan coklat dan minum minuman isotonik itu tuh. Sambil ketawa-ketawa sama suami, “mana ada ngelahirin makan coklat! ahaha”

Kontraksi berikutnya saya merasakan tenaga saya kembali. 2 kali mengejan kepala bayi masih tertahan. Setelah bidan memeriksa ternyata posisi tangan bayi ‘nyangkut’. Akhirnya bidan memutuskan untuk memotong sedikit perineum saya. ( Coba tangan adek ga nyangkut ga ada cerita sobek nih ). Benarlah, kontraksi berikutnya saya mengejan dan bidan membuat sayatan, lalu kepala bayi cantik itu keluar bersama senyum semua orang disana..

Setengah jam sebelum adzan subuh, 18 Juli, anak saya lahir. 2,8 kg panjang 49cm. Normal dan cantik sekali. Sambil proses menjahit dilakukan, bidan memberikan saya waktu berharga bernama IMD. Ini saat paling mengharukan, bersentuhan kulit pertama kali dengan bayi saya.

Dan yg jelas adalah, dijahit itu jauh lebih sakit daripada melahirkan! Selama kontraksi – melahirkan saya tidak menangis. Eh pas dijahit saya nangis teriak – teriak ahaha

Processed with Rookie

My baby Ala

 

Sekarang, 11 bulan kemudia saya ingin berbagi indah nya melahirkan. Dan ya, gentle birth adalah proses melahirkan tanpa rasa sakit..

Semoga bisa menginspirasi kalian para calon ibu. Tetap tenang dan santai. Jangan lupa minta dukungan penuh dari suami. Makin tenang kalian, makin banyak cinta diantara kontraksi, makin banyak endorphin dan oksitosin, makin berkurang rasa sakit itu. Dan makin cepat pula proses melahirkan itu. Selamat menanti bayi mungil kalian dan menjadi ibu itu menyenangkan!

IMG_2101

Baby Swimming!

Hari Minggu kemarin ayah bunda ngajak Ala berenang. Setelah googling dan info dari temen jg, akhirnya menutuskan ke Bubble ‘n Me Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Alesan pertama karena deket rumah aja sih. Belum nyobain tempat baby swim & spa lain jg. Ala biasa berenang di rumah doang hihi

Jam 11 setelah Ala bangun tidur pagi, kami berangkat. Karena di webnya dikasih petunjuk 30 menit sebelum berenang jangan dikasih makan atau susu, jadi Ala makan siang pulang berenang aja. Sampe sana belum terlalu rame. Langsung pesen paket berenang & pijat buat Ala. Berenang doang bisa sih, tp dipikir pikir kemarin ayah bunda udah pijat, hari ini biar adil Ala sekalian pijat jg deh.
Sambil nunggu bak raksasa Ala diisi air, Ala jalan-jalan kesana kemari.

Bubble and me

Ada 3 ember raksasa berwarna putih di depan. Yang ini buat berenang. Sebenarnya ada paket berendam jg. Tapi direkomendasikan buat yg udah bisa jalan atau minimal 1 tahun karena si bayi cuma duduk berendam tanpa pelampung. Kolam berendam ada di ruangan tersendiri. Kemarin ngintip sih 1 ruang cuma 1 kolam. Kolamnya ga gede jg, cuma semacam bathub. Ala udah bisa jalan sih, tapi mau nyoba berenang dulu aja. Oh ya untuk berenangnya tarifnya 100k. Kalo paket sama pijat 170k. Sekali lagi ga tau juga ini termasuk mahal atau  murah karena baru nyobain tempat baby swim & spa kali ini aja.

Air hampir penuh, mbak theraphist minta orang tua test suhu air. Cukup hangat atau ga untuk si bayi. Berhubung Ala udah biasa mandi air dingin dari umur 6 bulan, air di bak terlalu panas ahaha. Akhirnya kita minta ditambah air dingin lagi. Sambil  nunggu air ditambah, Ala ganti baju renang dulu. Minusnya disini ga ada locker buat pengunjung sih. Kalo yg dateng sama suami atau ditemenin baby sitter enak aja, ada yg bantu jagain barang. Tapi kalo dateng berdua sama bunda aja kayanya bakal ribet ya ngurus bayi sambil jagain barang. Apalagi model kaya Ala yg maunya jalan kesana kemari.

Processed with Rookie

 

Processed with Rookie

IMG_4755

Air udah siap. Sebenernya masih kepanasan buat Ala. Tapi yasudahlah, Ala udah penasaran ngeliat bola mengapung banyak banget dan pengen nyemplung. Sebelum berenang, si bayi dikasih sedikit pemanasan dulu sama mbak theraphist. Cuma semacam gerakan mengayuh sepeda sih. Biar ga kram juga. Selesai pemanasan, Ala dipakein pelampung leher dan byurr nyemplung deh..

Processed with Rookie

Pertama nyemplung dia merengek, airnya terlalu hangat ahaha. Tapi berapa detik kemudian dia udah terbiasa dan mulai nendang-nendang. Tapi tangannya masih ga mau dilepas satu. Satu tangan lainnya heboh mau nangkep bola. Girang banget berenangnya. Tapi dia gemes karena pelampungnya bikin ga bebas ngambil bola. Akhirnya 5 menit kemudian pelampung leher dilepas dan Ala berenang dipegangin ayah aja. Begini dia lebih seneng, tangannya bisa bebas nangkep bola dan kakinya nendang-nendang kaya bisa berenang aja.

baby swim

Waktu berenang cuma 15 menit. Setelah berenang, Ala dibungkus handuk lalu dibawa ke ruang massage. Rapih ruangannya, ada tempat tidur dan beberapa mainan juga. Ala mulai dipijit dari kaki sambil tidur telentang. Kalo bayinya masih belum bisa mobile mungkin akan tenang aja dipijat begini. Tapi kalo udah mulai bergerak kesana kemari, si bayi mesti pegang sesuatu biar ga heboh. Ala megang bola yg dicomot ga mau dilepas dari ember berenang ahaha. Selesai pijat bagian kaki, Ala tengkurap. Part ini Ala menikmati banget kayanya. Dipijat bagian punggung sama kaki. Dia anteng aja sambil ngoceh kaya ngerti aja diajak ngobrol mbak theraphistnya. Apalagi Ala ini spesialis bikin mbak-mbak dan ibu-ibu gemes karena selalu sukses tebar pesona. Selesai bagian punggung, Ala duduk dan dipijat tangannya, Ini rada repot karena dia pengen pegang mainan pake 2 tangan. Jadilah mbaknya mesti sabar biar Ala mau ‘dipinjem’ tangannya satu. Selesai tangan, Ala tiduran lagi dan dipijat mukanya. Berhubung Ala paling ga suka kalo mukanya diutak-atik, dia ga mau. Jangankan dipijat, dipakein bedak aja dia marah ahaha. Akhirnya part pijat muka diskip karena Ala ngamuk.

Pijat sudah selesai, Ala pake popok dan baju lagi. Keluar ruangan ayah sudah nunggu, bayar bill, lalu pulang deh. Lumayan sih bisa diulang dateng lg daripada jauh-jauh ke tempat lain. Mungkin nanti kapan mau nyoba di Mom & Jo. Banyak yg rekomen ke sana jg dan kebetulan ada 1 cabang yg juga deket rumah. Pengennya sih ngajak Ala ke kolam besar dan belajar berenang beneran. Ala ini ga nangis kalo mukanya kerendam air, malah kalo pas mandi di bak di rumah suka masukin muka ke air karena penasaran sama gambar di baknya ahaha. Semoga Ala demen berenang kaya bundanya deh hihi

 

Jalan – jalan ke Kota Hujan

Setelah sekian lama ga update blog, saatnya bercerita yeyy

Btw baby girl udah lahir. Sebenernya banyaaak bgt yg pengen diceritain gimana pas hamil & melahirkan kemarin. Berharap mungkin bisa jadi tips temen2 yg lagi hamil jg karena Gentle Birth emang sangat membantu! Mungkin nanti pas longgar mau cerita hehe
Ceritanya Ala udah mau 10 bulan dan udah bisa jalan. Dia lg seneng eksplorasi barang apa aja yg didekatnya, semangat liat dan megang apapun dari daun, bunga sampe kucing. Akhirnya sekalian ada acara kondangan sahabat di Bogor, kita memutuskan untuk liburan 2 hari, Sabtu Minggu aja. Pas bgt otak perlu di-refresh setelah 2 minggu terakhir kejar – kejaran sama deadline.
Sabtu pagi setelah Ala bangun tidur, langsung siap – siap. Nyuapin Ala, mandiin Ala, ganti baju, dan kita siap berangkat! Karena kita mau naik komuter dari Cikini, akhirnya si ayah ngajak naik taksi aja karena lumayan jauh kalo naik motor. Dari stasiun Cikini, kami memulai liburan ke Bogor..
IMG_4465
Terakhir Ala naik kereta kalo ga salah pas dia umur 4 atau 5 bulan. Dia blm ‘ngeh’ sama keramaian dan ini itu. Jadi naik kereta kali ini adalah hal baru buat Ala. Berapa menit setelah kereta jalan, Ala terbangun dari tidur pagi di gendongan. Mukanya bingung dan heran ngeliatin orang-orang. Seperti biasa, Ala ini kaya punya aura menghipnotis ibu-ibu atau mbak-mbak bilang, “iiihhh lucuu bangettt”
Setelah membuat seorang ibu dan kakek jatuh cinta padanya, Ala turun dari gendongan. Berdiri digandeng ayah sambil takut-takut karena kereta goyang-goyang. Mukanya antara konsentrasi biar ga jatuh dan heran. Ahahaha
IMG_4459
Setelah setengah jam lebih perjalanan, ibu-ibu disebelah saya turun dan bangku kosong bisa dipake Ala berdiri ngeliat keluar jendela. Beberapa menit pertama dia heran. Lalu girang banget teriak-teriak sambil nepok-nepok kaca ahahaha
IMG_4466
Jam 11 lewat akhirnya nyampe stasiun Bogor. Turun dari kereta, Ala kembali menghipnotis gerombolan mbak – mbak sampe pada pengen pegang – pegang Ala. Ahahaha
Bawaan kami lumayan banyak untuk ukuran pergi semalem doang. 2 backpack dan 1 totebag. Ayah cuma bawa 1 kemeja dan 2 kaos. Saya jg cuma bawa 1 kebaya, 1 stel baju ganti dan 1 stel baju tidur. Sisanya lenongan Ala semua ahahaha dari baju ganti, sweater, bandana, topi. alat makan, makanan, cemilan, popok, sampe lap iler.
IMG_4462 IMG_4461IMG_4464 IMG_4463
Dari stasiun, kami naik angkot ke wisma. Duduk dipinggir jendela biar Ala ga gerah. Dia anteng aja ngeliat mobil motor sliweran sambil cerita pohon – pohon besar sama Bunda.
IMG_4460
Sampe wisma, beres-beres bentar, ganti baju, siapin makan siang Ala trus langsung ke gedung tempat kondangan yg cuma 100 meter dari wisma. Jalan kaki siang – siang di Bogor ga sepanas di Jakarta ahaha
Sampe gedung udah rada sepi karena kita kesiangan. Abis salaman cipika cipiki, Ala makan siang dulu. Ayah bunda gantian makan, Ala tebar pesona ikut temen-temen dan om tante disana.
Setengah jam kemudian Ala nangis kejeeerrrrr sampe segedung menggema teriakan Ala. Dikira masih laper, tapi disuapin ga mau. Dikasih nenen jg ga mau. Dikira ngantuk , akhirnya Ala ikut ayah bunda ke mes kosong yg punya hajat. Dikelonin di kasur malah tambah kejer. Ya namanya juga bayi dibawa ke area bangunan tua peninggalan Belanda. Akhirnya saya memutuskan, “kita balik wisma aja yuk yah.. Ala harus keluar dari daerah sini deh”
Bener deh, baru nyampe luar gerbang eh Ala tidur pules di gendongan ahahaha
11180298_10207027709633872_6267307412410346355_n
Sampe wisma Ala masih pules. Setengah jam kemuadian dia kebangun nagis teriak-teriak lg tp ga mau buka mata. Setelah dikasih denger baby song eh dia melek trus diem. Beberapa detik kemudia dia senyum-senyum ahahaha
IMG_4472
Setelah kehebohan Ala nangis-nangis, kami mansi dan siap-siap jalan sore. Cari cemilan doang sih, pas bgt sebelah wisma ada bukan mall sih, tp dibilang supermarket jg lebih gede. Are food court yg lumayan enak tp murah. Karena cuma 30 meter dari wisma, kita berangkat jalan kaki..
IMG_4532
IMG_4469
Selesai makan dan Ala minum jus, kami turun. Tapi baru di tangga keluar tiba-tiba hujan deres ahaaha padahal cuma jalan 30 meter. Jadilah kami nongkrong sambil nunggu hujan reda.
IMG_4470 IMG_4531 IMG_4529IMG_4467
Maghrib udah lewat tapi hujan belom reda. Akhirnya ayah bilang, “beli payung aja yuk biar ga kemaleman..”. Demi bisa pulang 30 meter, belilah payung lipet 31 ribu. Tapi disuruh naik becak 10 ribu ga mau ahahaha dasar bunda..
Ternyata hujannya lama, selepas isya hujan masih deras. Padahal ayah mau ada acara manggung sama band apaadanya bernama Microgore. Setengah 8 Ala malah ngantuk minta kelon. Baru dikelonin bentar Ala udah pules. Ga lupa sambil peluk – peluk bantal ayam tercinta. Ini bantal wajib banget dibawa kemanapun ahahaha
IMG_4316
Emang dasarnya demen dingin, Ala pules bgt tidurnya. Semaleman cuma bangun sekali. Tapi karena setengah 8 malem udah tidur, jam 5.15 pagi dia udah bangun ahahaha. Ayah masih molor karena baru pulang tengah malem dan jadilah Ala ngoceh-ngoceh main sama bunda. Mainan buku sampe remot tv.
IMG_4328
Jam 7 kami beranjak. Ala sarapan, mandi, lalu kami berangkat jalan kaki nyari angkot ke arah pintu Kebun Raya Bogor. Eh baru 50 meter jalan nemu warung nasi pecel Madiun. Mampirlah karena jarang-jarang nemu nasi pecel Madiun di Jakarta. Ini malah nemu di Bogor. Setelah sarapan dan Ala bikin semua pegawai dan bapak yg punya gemes karena sukses tebar pesona tepuk tangan sambil joget – joget, kami lanjut jalan kaki cari angkot.
Harusnya 2 kali naik angkot, tapi karena ada CFD ayahn bilang sekali angkot aja lalu jalan kaki. Ternyata emang ga jauh sih. Atau mungkin karena efek di Jakarta kemana-mana jauh, di Bogor jadi berasa deket. Sayangnya Ala tidur selama jalan ke Kebun Raya. Padahal pengen bgt liatin rusa ke dia.
Sampe di pintu 1 Kebun Raya, kita beli tiket masuk dan mulai jalan – jalan seger..
IMG_4485
IMG_4484
Ala masih pules digendongan selama hampir setengah jam. Pas kami mau gelar alas duduk, eh pas bgt Ala bangun. Sambil istirahat bentar dan nunggu Ala ngumpulin nyawa, kami neduh di bawah pohon sambil leyeh – leyeh..
IMG_4483 IMG_4482 IMG_4481 IMG_4480
IMG_4479 IMG_4478 IMG_4477
Lanjut jalan lagi, Ala seneng banget liat macem – macem sambil digendong ayah. Akhirnya kami berhenti lagi istirahat. Ala yg udah ngumpul nyawanya turun dan jalan – jalan digandeng ayah..
IMG_4476 IMG_4475 IMG_4474
15596_10207034677768071_2766280296038578998_n
Jam setengah 11 lebih kami memutuskan balik ke wisma karena jam check out jam 1. Males naik angkot, akhirnya kami memilih naik becak. Lamaaa banget ga naik becak..
IMG_4473
Nyampe wisma kami istirahat. Ayah packing, bunda nyuapin Ala makan siang. Jam 2 kurang baru temen jemput dan kita jalan – jalan makan siang.
Bogor pas weekend adalah rame. Mungkin dari Jakarta pada main kesini. Jadilan tempat makan pada rame. Kami makan di Warung Gembira. Ayah pesen mie ayam rica – rica, bunda pesen cordon bleu ( ini enak bgt! ). Ala pesen jus melon ( tapi dia ga mau minum zzzz ).
Jam 4 akhirnya kami menuju stasiun dan waktunya kembali ke Jakarta..
Kereta sore lumayan rame. Pas jam bali orang – orang Jakarta yg pada liburan ke Bogor.. Tapi  untungnya masih dapet tempat duduk. Jam 6 kurang kita udah kembali ke stasiun Cikini dan waktunya pulang ke rumah istirahat
IMG_4439
Bukan liburan mahal dan jauh sih.. Tapi jalan – jalan bertiga emang lebih seru!
Nanti kalo Ala udah gedean pengen ngajak Ala jalan – jalan ke Pantai. Ga sabar liburan lagi!

DIY Baby Headwrap

I fall in love with headwrap! The problem is, i wear hijab everyday so i can’t wear headwrap ahaha
So i decided to make headwrap for my baby ( yeah finally i have a baby girl! Cute baby girl! ). I cut my cotton hijab and turn it to baby hearwrap.
And i remember that i still have some cute fabrics. So i took it, i cut it, and i made no sew baby headwrap for my baby. Aah she look cute with headwrap! I think i will make more for her hehe

20141001-175159.jpg

20141001-175229.jpg

Another DIY Baby Headband

It’s always fun when i searching DIY baby headband or felt flower or something DIY and cute at pinterest. So i made again, these DIY baby headbands from felt. I made some cute flowers ( it’s really easy! ) and i sew it to made some headbands. I’m ready to sell it and of course i’ll make some for my baby girl too🙂

20140707-140830.jpg

20140707-140815.jpg

20140707-140853.jpg

20140707-140842.jpg

DIY Baby Headbands

Pinterest made my day again!

Finally i decided to make these baby headbands after i got the tutorial from Pinterest. And yes, i sell it, you can order it🙂

*I will make all of these headbands for my future baby girl too :*

 

20140518-194151.jpg

 

 

20140518-194206.jpg

 

20140518-194215.jpg